Konsep
Dasar Pengamana Email
Seiring
dengan pertumbuhan teknologi, email menjadi sarana komunikasi yang semakin
banyak digunakan. Di negara maju, email bahkan sudah menjadi komunikasi utama
di kantor atau antara pelanggan dan nasabahnya. Pemberitahuan rapat dan segala
hal yang menyangkut urusan kantor menjadi sangat praktis dengan menggunakan
email. Bahkan ada bank yang menggunakan email sebagai komunikasi utama untuk
menyampaikan tagihan kartu kredit atau komunikasi penting lainnya.
Dengan
fungsinya yang sangat penting tersebut, maka sebagai pengguna harus benar-benar
memperhatikan faktor keamanan emailnya. Tulisan ini membahas faktor keamanan
email dari sisi pengguna email. Untuk dapat mengantisipasi pembajakan email
maka kita harus mengetahui modus yang digunakan seseorang untuk mendapatkan
username dan password kita. Umumnya account email disalahgunakan oleh orang
lain karena kelalaian dari pemilik account tersebut. Beberapa hal yang
menimbulkan kerawanan adalah sebagai berikut:
1. Akses internet di fasilitas umum
seperti warnet.
- Pada ruang publik tentunya akan lebih rawan daripada akses internet privat.
- Pada access public hotspot juga harus berhati-hati terhadap proses sniffing yang mungkin dilakukan dengan memperhatikan dengan benar akses ke gateway.
- Pada ruang publik tentunya akan lebih rawan daripada akses internet privat.
- Pada access public hotspot juga harus berhati-hati terhadap proses sniffing yang mungkin dilakukan dengan memperhatikan dengan benar akses ke gateway.
2. Ketidakpedulian user terhadap
passwordnya
– Seringkali untuk memudahkan mengingat, user menggunakan password sederhana seperti tanggal lahir, kota tempat lahir ataupun password sederhana lainnya yang mudah ditebak seperti angka 012345.
– Penyimpanan password pada browser atau pada suatu note dalam harddisk, flashdisk ataupun pada hanphone sering dilakukan oleh user awam.
– Kecenderungan user menggunakan password yang sama untuk berbagai keperluan.
– Seringkali untuk memudahkan mengingat, user menggunakan password sederhana seperti tanggal lahir, kota tempat lahir ataupun password sederhana lainnya yang mudah ditebak seperti angka 012345.
– Penyimpanan password pada browser atau pada suatu note dalam harddisk, flashdisk ataupun pada hanphone sering dilakukan oleh user awam.
– Kecenderungan user menggunakan password yang sama untuk berbagai keperluan.
3. Ketidakpedulian akan terpaparnya
data diri di ruang publik
– Pengguna internet awam akan dengan mudah menampilkan data pribadi seperti tempat dan tanggal lahir maupun alamat email di ruang publik seperti social networking.
– Bergabung dengan milist terbuka dengan alamat email utama.
– Pengguna internet awam akan dengan mudah menampilkan data pribadi seperti tempat dan tanggal lahir maupun alamat email di ruang publik seperti social networking.
– Bergabung dengan milist terbuka dengan alamat email utama.
4. Ketidaktahuan akan fitur email
yang digunakan.
Beberapa tahun lalu banyak penyedia layanan email yang kurang memperhatikan masalah proteksi terhadap user. Akan tetapi sekarang ahl tersebut sudah berubah, banyak penyedia layanan email telah menggunakan protokol https pada saat proses login. Untuk itu dalam memilih email kita harus memilih email dengan keamanan yang cukup terjamin. Ada penyedia layanan seperti yahoo mail yang telah menyediakan fasilitas untuk menghindari typo site atau situs palsu dengan cara memasukan suatu kode kita sehingga saat kita salah ketik atau ada suatu softwre yang mengarahkan ke site tertentu maka kita dengan mudah mengenali bahwa site tersebut adalah palsu. Yahoo mail juga menyediakan layanan seperti disposable email yang berguna untuk menghindari spam karena alamat tersebut dapat dihapus tanpa kita kehilangan alamat utama kita. Alamat tersebut dapat digunakan misalkan selama proses pembelian suatu barang. Dan jika proses telah selesai dan kita tidak ingin menerima iklan atau informasi lainnya kita dapat dengan mudah menghapus alamat tersebut. Untuk itu sebaiknya kita meluangkan waktu sejenak mengenali fitur yang ditawarkan oleh layanan email kita.
Beberapa tahun lalu banyak penyedia layanan email yang kurang memperhatikan masalah proteksi terhadap user. Akan tetapi sekarang ahl tersebut sudah berubah, banyak penyedia layanan email telah menggunakan protokol https pada saat proses login. Untuk itu dalam memilih email kita harus memilih email dengan keamanan yang cukup terjamin. Ada penyedia layanan seperti yahoo mail yang telah menyediakan fasilitas untuk menghindari typo site atau situs palsu dengan cara memasukan suatu kode kita sehingga saat kita salah ketik atau ada suatu softwre yang mengarahkan ke site tertentu maka kita dengan mudah mengenali bahwa site tersebut adalah palsu. Yahoo mail juga menyediakan layanan seperti disposable email yang berguna untuk menghindari spam karena alamat tersebut dapat dihapus tanpa kita kehilangan alamat utama kita. Alamat tersebut dapat digunakan misalkan selama proses pembelian suatu barang. Dan jika proses telah selesai dan kita tidak ingin menerima iklan atau informasi lainnya kita dapat dengan mudah menghapus alamat tersebut. Untuk itu sebaiknya kita meluangkan waktu sejenak mengenali fitur yang ditawarkan oleh layanan email kita.
Konsep Dasar Pengamana Web
Web
Service memberikan paradigma baru dalam mengimplementasikan sistem
terdistribusi melalui Web dengan menggunakan standard protokol SOAP, WSDL dan
UDDI yang berbasis XML. Dengan teknologi Web Service, konsep sistem
terdistribusi yang biasanya digunakan pada sistem yang bersifat tertutup dan
proprietary (DCOM, CORBA, RMI) dapat diterapkan kedalam sistem yang bersifat
terbuka (non-propriertary) berbasis Web. Penerapan Web Service akan memudahkan
proses integrasi dan kolaborasi antar aplikasi pada lingkungan platform yang
heterogen baik melalui jaringan Intranet maupun Internet, dengan biaya yang lebih
murah dan dalam waktu yang relative lebih cepat. Namun demikian, masih banyak
yang ragu untuk segera menerapkan Web Service, khususnya jika digunakan untuk
mendukung transaksi bisnis melalui Internet (global). Alasan utama yang menjadi
perhatian adalah pada aspek keamanan dan kerentanan (vulnerability) yang
terdapat pada teknologi Web Service.
Walaupun Web Service menjanjikan solusi untuk mengatasi kelemahan teknologi berbasis Web pada umumnya, namun demikian masih banyak yang merasa ragu untuk segera menerapkan Web Service, khususnya pada lingkungan Internet (publik), misalnya untuk mendukung transaksi e-business. Keraguan ini disebabkan oleh faktor jaminan keamanan dari teknologi Web Service. Survey menunjukkan bahwa faktor keamanan merupakan masalah utama yang menjadi perhatian dalam mengimplementasikan Web Service.
Teknologi keamanan yang biasa digunakan untuk mengatasi aspek keamanan pada sistem berbasis Web pada umumnya, seperti Secure socket Layer (SSL)/ Transport Secure Layer (TSL), tidak cukup memadai jika diterapkan pada system berbasis Web Service. Hal ini dikarenakan SSL/TLS menyediakan solusi kemanan dengan konteks point-to-point pada level transport layer. Sementara karakteristik transaksi Web Service, membutuhkan pengamanan dalam konteks end-to-end pada level application layer. Teknologi Firewall yang menyediakan pengamanan pada level Network Layer juga tidak cukup memadai, karena karakteristik transaksi Web Service yang menggunakan standard internet (HTTP, SMTP, FTP) akan dilewatkan oleh Firewall karena dianggap Sebagai trafik Internet pada umumnya (firewall friendly).
Walaupun teknologi keamanan yang ada saat ini masih memegang peranan penting, namun demikian masih diperlukan suatu mekanisme keamanan pada level appplication layer yang dapat diterima luas oleh berbagai pihak yang terlibat dalam implementasi Web Service, dan mendukung aspek interoperabilitas dalam mengimplementasikan Web Service. Keberadaan standard kemananan Web Service tersebut akan sangat mempengaruhi prospek penerapan Web Service secara luas.
STANDAR PENGAMANAN WEB
XML signatures merupakan dokumen XML yang berisi informasi mengenai tanda tangan digital. Tanda tangan digital dapat dilakukan terhadap dokumen dengan tipe apapun, termasuk dokumen
XML. XML signatures dapat ditambahkan pada dokumen XML yang ditandatangani ataupun dapat berupa sebuah dokumen XML tersendiri.
Secara garis besar, struktur XML signatures adalah sebagaimana (dimana “?” menandakan nol atau satu kemunculan, “+” menandakan satu atau lebih kemunculan, dan “*” menandakan nol atau lebih kemunculan) ditampilkan pada.
Walaupun Web Service menjanjikan solusi untuk mengatasi kelemahan teknologi berbasis Web pada umumnya, namun demikian masih banyak yang merasa ragu untuk segera menerapkan Web Service, khususnya pada lingkungan Internet (publik), misalnya untuk mendukung transaksi e-business. Keraguan ini disebabkan oleh faktor jaminan keamanan dari teknologi Web Service. Survey menunjukkan bahwa faktor keamanan merupakan masalah utama yang menjadi perhatian dalam mengimplementasikan Web Service.
Teknologi keamanan yang biasa digunakan untuk mengatasi aspek keamanan pada sistem berbasis Web pada umumnya, seperti Secure socket Layer (SSL)/ Transport Secure Layer (TSL), tidak cukup memadai jika diterapkan pada system berbasis Web Service. Hal ini dikarenakan SSL/TLS menyediakan solusi kemanan dengan konteks point-to-point pada level transport layer. Sementara karakteristik transaksi Web Service, membutuhkan pengamanan dalam konteks end-to-end pada level application layer. Teknologi Firewall yang menyediakan pengamanan pada level Network Layer juga tidak cukup memadai, karena karakteristik transaksi Web Service yang menggunakan standard internet (HTTP, SMTP, FTP) akan dilewatkan oleh Firewall karena dianggap Sebagai trafik Internet pada umumnya (firewall friendly).
Walaupun teknologi keamanan yang ada saat ini masih memegang peranan penting, namun demikian masih diperlukan suatu mekanisme keamanan pada level appplication layer yang dapat diterima luas oleh berbagai pihak yang terlibat dalam implementasi Web Service, dan mendukung aspek interoperabilitas dalam mengimplementasikan Web Service. Keberadaan standard kemananan Web Service tersebut akan sangat mempengaruhi prospek penerapan Web Service secara luas.
STANDAR PENGAMANAN WEB
XML signatures merupakan dokumen XML yang berisi informasi mengenai tanda tangan digital. Tanda tangan digital dapat dilakukan terhadap dokumen dengan tipe apapun, termasuk dokumen
XML. XML signatures dapat ditambahkan pada dokumen XML yang ditandatangani ataupun dapat berupa sebuah dokumen XML tersendiri.
Secara garis besar, struktur XML signatures adalah sebagaimana (dimana “?” menandakan nol atau satu kemunculan, “+” menandakan satu atau lebih kemunculan, dan “*” menandakan nol atau lebih kemunculan) ditampilkan pada.
- Kode XML
Salah satu keuntungan penggunaan standar XML signature adalah dapat dilakukannya penandatanganan sebuah dokumen XML oleh lebih dari satu pihak. Pihak tertentu hanya akan menandatangani elemen XML yang menjadi tanggung jawabnya.
- XML Encryption
Pengamanan terhadap data yang dipertukarkan merupakan salah satu kebutuhan yang muncul pada proses pertukaran data. W3C telah merekomendasikan Enkripsi XML sebagai metode alternatif untuk pengamanan data dengan menggunakan format XML. Namun demikian, Enkripsi XML dirancang untuk dapat diterapkan baik pada data XML maupun data non XML.
Implementasi Enkripsi XML memungkinkan penggabungan data yang telah dienkripsi dengan data yang tidak dienkripsi di dalam satu dokumen XML. Dengan demikian, proses enkripsi maupun dekripsi dapat dilakukan hanya pada data yang memang perlu diamankan saja.
Enkripsi XML telah diimplementasikan baik pada level aplikasi maupun pada level parser. Pada level aplikasi, implementasi Enkripsi XML paling banyak dibuat dengan menggunakan DOM, Document Object Model.
- Xml Key Management Specification
XML key management specification (XMKS) merupakan sebuah spesifikasi infrastruktur yang digunakan untuk pengamanan transaksi berbasis XML. Pada web services digunakan format komunikasi data berbasis XML dan untuk keamanan data-data tersebut digunakan teknik kriptografi kunci-publik. Pengelolaan terhadap kunci-publik ditentukan dengan adanya public-key infrastructure (PKI).
XKMS merupakan bentuk pengembangan berikutnya dari PKI yang ada saat ini (PKIX) dan juga melakukan perubahan standar PKI sebagai salah satu bentuk web services. XML Key Management Specification yang diterapkan sebagai web service akan mengurangi bentuk “ketergantungan” terhadap fungsi PKI yang terintegrasi dalam aplikasi. Sebelumnya penyedia PKI haruslah mengembangkan fungsi-fungsi khusus yang diterapkan pada produk aplikasi yang akan digunakan sedangkan dengan adanya XKMS sebagai web service, pada pengembangan produk aplikasi cukup dibuat fungsi untuk menentukan pengguna (client) yang mengakses fungsi/layanan yang disediakan oleh XKMS. Fungsi-fungsi pada XMKS meliputi:
• Registration (registrasi). Layanan pada XKMS dapat digunakan untuk mendaftarkan (registrasi) pasangan kunci dengan menggunakan fungsi “register”. Pembangkitan pasangan kunci-publik dapat dilakukan oleh client ataupun layanan.
• Locating. Pada XKMS terdapat fungsi yang digunakan untuk mendapatkan kembali kunci-publik yang terdaftar.
• Validation (validasi). Fungsi validasi digunakan untuk memastikan bahwa kunci-publik yang telah didaftarkan dengan layanan XKMS valid dan tidak kadaluarsa ataupun telah dicabut.
Keunggulan utama XKMS dibandingkan PKI yang ada sebelumnya adalah proses enkapsulasi kerumitan yang ada pada PKI menjadi komponen pada sisi server.
- WEB SCIENCE SECURITY
WS-Security atau juga dikenal sebagai Web Service Security Core Language (WSS-Core) merupakan spesifikasi keamanan Web Service yang mendefinisikan mekanisme pengamanan pada level pesan SOAP untuk menjamin message integrity & confidentiality.
Standard WS-Security saat ini dikembangkan secara resmi oleh OASIS berdasarkan spesifikasi yang diusulkan oleh Microsoft, IBM, dan VerySign pada 11 April 2002. Selanjutnya, OASIS melalui Web Service Security Technical Committee (WSS) melanjutkan pengembangan WS-Security dengan menetapkan beberapa spesifikasi teknis terpisah, seperti Core Specification, SAML Profile, XMrL Profile, X.509 Profile, dan Karberos Profile.
Spesifikasi WSS-Core versi terbaru menyediakan 3 mekanisme untuk memproteksi pesan dari ancaman terhadap upaya gangguan keamanan pesan SOAP, yaitu :
(1)Kemampuan
untuk mengirim security token sebagai bagian dari pesan SOAP,
(2)
Message integrity dan
(3)
Message confidentiality.
Namun
demikian, mekanisme tersebut tidak memberikan solusi keamanan yang lengkap
untuk Web Service. Spesifikasi ini merupakan building block yang digunakan
untuk mengakomoda- sikan berbagai variasi model keamanan dan teknologi kemanan.
Dengan kata lain, WS-Security tidak menspesifikasikan suatu mekanisme keamanan baru, tetapi menyediakan fleksibilitas untuk menggunaan teknologi keamanan yang sudah ada (X.509, Karberos, XML Encryption), sehingga dapat mengakomodasi berbagai pendekatan keamanan secara umum. Hal baru yang ditambahkan oleh WS-Security adalah suatu spesifikasi untuk menerapkan mekanisme keamanan yang sudah ada (existing) tersebut kedalam pesan SOAP.
Dengan kata lain, WS-Security tidak menspesifikasikan suatu mekanisme keamanan baru, tetapi menyediakan fleksibilitas untuk menggunaan teknologi keamanan yang sudah ada (X.509, Karberos, XML Encryption), sehingga dapat mengakomodasi berbagai pendekatan keamanan secara umum. Hal baru yang ditambahkan oleh WS-Security adalah suatu spesifikasi untuk menerapkan mekanisme keamanan yang sudah ada (existing) tersebut kedalam pesan SOAP.
Macam-macam serangan
Web
Ø XSS – Cross Side Scripting
Secara
prinsip, XSS menyisipkan sebuah tag-tag HTML khusus kedalam sebuah situs.
Tag-tag
ini dapat dimasukkan kedalam server melalui mekanisme HTML FORM yang valid. Ini
khususnya dapat terjadi ketika web developer dari situs tersebut lengah akan
kemungkinan timbulnya serangan ini. Begitu tag tersebut berhasil disisipkan,
maka ketika situs tersebut menampilkan data yang telah tercemar oleh script XSS
tadi maka akan timbul beberapa resiko seperti:
-
User
session yang dibajak. Ini memungkinkan attacker menyamar sebagai user tersebut.
-
Pencurian
data-data user, khususnya login dan password.
Bagi web
developer, untuk mencegah serangan XSS sebetulnya mudah saja. Setiap input yang
diterima melalui HTML FORM harus diperiksa apakah mengandung tag-tag yang dapat
dianggap berbahaya. Tag itu lalu dibuang sebelum menyimpan datanya kedalam
server.
Ø DoS dan DDoS
DoS adalah
singkatan dari Denial of Service. Ini merupakan serangan paling dasar tetapi
cukup efektif jika situs yang menjadi target tidak terproteksi akan serangan
ini. Prinsip dari serangan ini adalah untuk membuat server situs yang menjadi
target sangat sibuk melayani “permintaan” dari attacker sedemikian sehingga
sumber daya (resources) yang dimiliki oleh server tersebut menjadi tersaturasi.
Sumber daya ini berupa CPU time, bandwidth yang tersedia, multi-threaded
service. Ketika sumber daya itu disedot hanya untuk melayani “permintaan” dari
attacker, server tidak dapat lagi menerima permintaan dari pengguna lain yang
sebetulnya sah dan akhirnya permintaan yang sah tersebut ditolak (rejected).
Beberapa
metode serangan DoS yang umum adalah:
-
traffic
flooding, yaitu membanjiri suatu jaringan dengan massive data stream sehingga
jaringan tersebut menjadi congested. Ketika jaringannya menjadi penuh,
user lain yang sebetulnya sah menjadi tidak dapat lagi berkomunikasi dengan
server. Kalaupun aksesnya diperoleh, proses komunikasinya menjadi sangat sangat
lambat dan sering terputus (timeout).
-
request
flooding, yaitu membanjiri suatu server dengan massive request yang membuatnya
menjadi sangat sibuk. Perlu diketahui bahwa setiap server, seperti HTTP Server,
memiliki jumlah maksimum thread yang bisa di-fork saat muncul request. Ketika
jumlah maksimum ini tercapai, maka server untuk sementara waktu tidak bisa lagi
menerima request/permintaan.
Komputer
zombie juga membawa dampak negatif bagi pemiliknya karena dia akan merasa
jaringan internet miliknya menjadi lambat dan tersaturasi. Beberapa contoh
Serangan DoS lainnya adalah:
-
Buffer
Overflow:
mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistem, misalnya paket ICMP yang
berukuran sangat besar.
-
Teardrop: mengirimkan paket IP dengan nilai
offset yang membingungkan.
-
Smurf: mengirimkan paket ICMP bervolume
besar dengan alamat host lain.
Sumber :