Senin, 08 Desember 2014

Email dan Web



Konsep Dasar Pengamana Email
Seiring dengan pertumbuhan teknologi, email menjadi sarana komunikasi yang semakin banyak digunakan. Di negara maju, email bahkan sudah menjadi komunikasi utama di kantor atau antara pelanggan dan nasabahnya. Pemberitahuan rapat dan segala hal yang menyangkut urusan kantor menjadi sangat praktis dengan menggunakan email. Bahkan ada bank yang menggunakan email sebagai komunikasi utama untuk menyampaikan tagihan kartu kredit atau komunikasi penting lainnya.
Dengan fungsinya yang sangat penting tersebut, maka sebagai pengguna harus benar-benar memperhatikan faktor keamanan emailnya. Tulisan ini membahas faktor keamanan email dari sisi pengguna email. Untuk dapat mengantisipasi pembajakan email maka kita harus mengetahui modus yang digunakan seseorang untuk mendapatkan username dan password kita. Umumnya account email disalahgunakan oleh orang lain karena kelalaian dari pemilik account tersebut. Beberapa hal yang menimbulkan kerawanan adalah sebagai berikut:
1. Akses internet di fasilitas umum seperti warnet.
- Pada ruang publik tentunya akan lebih rawan daripada akses internet privat.
- Pada access public hotspot juga harus berhati-hati terhadap proses sniffing yang mungkin dilakukan dengan memperhatikan dengan benar akses ke gateway.
2. Ketidakpedulian user terhadap passwordnya
– Seringkali untuk memudahkan mengingat, user menggunakan password sederhana seperti tanggal lahir, kota tempat lahir ataupun password sederhana lainnya yang mudah ditebak seperti angka 012345.
– Penyimpanan password pada browser atau pada suatu note dalam harddisk, flashdisk ataupun pada hanphone sering dilakukan oleh user awam.
– Kecenderungan user menggunakan password yang sama untuk berbagai keperluan.
3. Ketidakpedulian akan terpaparnya data diri di ruang publik
– Pengguna internet awam akan dengan mudah menampilkan data pribadi seperti tempat dan tanggal lahir maupun alamat email di ruang publik seperti social networking.
– Bergabung dengan milist terbuka dengan alamat email utama.
4. Ketidaktahuan akan fitur email yang digunakan.
Beberapa tahun lalu banyak penyedia layanan email yang kurang memperhatikan masalah proteksi terhadap user. Akan tetapi sekarang ahl tersebut sudah berubah, banyak penyedia layanan email telah menggunakan protokol https pada saat proses login. Untuk itu dalam memilih email kita harus memilih email dengan keamanan yang cukup terjamin. Ada penyedia layanan seperti yahoo mail yang telah menyediakan fasilitas untuk menghindari typo site atau situs palsu dengan cara memasukan suatu kode kita sehingga saat kita salah ketik atau ada suatu softwre yang mengarahkan ke site tertentu maka kita dengan mudah mengenali bahwa site tersebut adalah palsu. Yahoo mail juga menyediakan layanan seperti disposable email yang berguna untuk menghindari spam karena alamat tersebut dapat dihapus tanpa kita kehilangan alamat utama kita. Alamat tersebut dapat digunakan misalkan selama proses pembelian suatu barang. Dan jika proses telah selesai dan kita tidak ingin menerima iklan atau informasi lainnya kita dapat dengan mudah menghapus alamat tersebut. Untuk itu sebaiknya kita meluangkan waktu sejenak mengenali fitur yang ditawarkan oleh layanan email kita.

Konsep Dasar Pengamana Web
Web Service memberikan paradigma baru dalam mengimplementasikan sistem terdistribusi melalui Web dengan menggunakan standard protokol SOAP, WSDL dan UDDI yang berbasis XML. Dengan teknologi Web Service, konsep sistem terdistribusi yang biasanya digunakan pada sistem yang bersifat tertutup dan proprietary (DCOM, CORBA, RMI) dapat diterapkan kedalam sistem yang bersifat terbuka (non-propriertary) berbasis Web. Penerapan Web Service akan memudahkan proses integrasi dan kolaborasi antar aplikasi pada lingkungan platform yang heterogen baik melalui jaringan Intranet maupun Internet, dengan biaya yang lebih murah dan dalam waktu yang relative lebih cepat. Namun demikian, masih banyak yang ragu untuk segera menerapkan Web Service, khususnya jika digunakan untuk mendukung transaksi bisnis melalui Internet (global). Alasan utama yang menjadi perhatian adalah pada aspek keamanan dan kerentanan (vulnerability) yang terdapat pada teknologi Web Service.
Walaupun Web Service menjanjikan solusi untuk mengatasi kelemahan teknologi berbasis Web pada umumnya, namun demikian masih banyak yang merasa ragu untuk segera menerapkan Web Service, khususnya pada lingkungan Internet (publik), misalnya untuk mendukung transaksi e-business. Keraguan ini disebabkan oleh faktor jaminan keamanan dari teknologi Web Service. Survey menunjukkan bahwa faktor keamanan merupakan masalah utama yang menjadi perhatian dalam mengimplementasikan Web Service.
Teknologi keamanan yang biasa digunakan untuk mengatasi aspek keamanan pada sistem berbasis Web pada umumnya, seperti Secure socket Layer (SSL)/ Transport Secure Layer (TSL), tidak cukup memadai jika diterapkan pada system berbasis Web Service. Hal ini dikarenakan SSL/TLS menyediakan solusi kemanan dengan konteks point-to-point pada level transport layer. Sementara karakteristik transaksi Web Service, membutuhkan pengamanan dalam konteks end-to-end pada level application layer. Teknologi Firewall yang menyediakan pengamanan pada level Network Layer juga tidak cukup memadai, karena karakteristik transaksi Web Service yang menggunakan standard internet (HTTP, SMTP, FTP) akan dilewatkan oleh Firewall karena dianggap Sebagai trafik Internet pada umumnya (firewall friendly).
Walaupun teknologi keamanan yang ada saat ini masih memegang peranan penting, namun demikian masih diperlukan suatu mekanisme keamanan pada level appplication layer yang dapat diterima luas oleh berbagai pihak yang terlibat dalam implementasi Web Service, dan mendukung aspek interoperabilitas dalam mengimplementasikan Web Service. Keberadaan standard kemananan Web Service tersebut akan sangat mempengaruhi prospek penerapan Web Service secara luas.

STANDAR PENGAMANAN WEB

XML signatures merupakan dokumen XML yang berisi informasi mengenai tanda tangan digital. Tanda tangan digital dapat dilakukan terhadap dokumen dengan tipe apapun, termasuk dokumen
XML. XML signatures dapat ditambahkan pada dokumen XML yang ditandatangani ataupun dapat berupa sebuah dokumen XML tersendiri.
Secara garis besar, struktur XML signatures adalah sebagaimana (dimana “?” menandakan nol atau satu kemunculan, “+” menandakan satu atau lebih kemunculan, dan “*” menandakan nol atau lebih kemunculan) ditampilkan pada.

- Kode XML
Salah satu keuntungan penggunaan standar XML signature adalah dapat dilakukannya penandatanganan sebuah dokumen XML oleh lebih dari satu pihak. Pihak tertentu hanya akan menandatangani elemen XML yang menjadi tanggung jawabnya.

- XML Encryption
Pengamanan terhadap data yang dipertukarkan merupakan salah satu kebutuhan yang muncul pada proses pertukaran data. W3C telah merekomendasikan Enkripsi XML sebagai metode alternatif untuk pengamanan data dengan menggunakan format XML. Namun demikian, Enkripsi XML dirancang untuk dapat diterapkan baik pada data XML maupun data non XML.
Implementasi Enkripsi XML memungkinkan penggabungan data yang telah dienkripsi dengan data yang tidak dienkripsi di dalam satu dokumen XML. Dengan demikian, proses enkripsi maupun dekripsi dapat dilakukan hanya pada data yang memang perlu diamankan saja.
Enkripsi XML telah diimplementasikan baik pada level aplikasi maupun pada level parser. Pada level aplikasi, implementasi Enkripsi XML paling banyak dibuat dengan menggunakan DOM, Document Object Model.

- Xml Key Management Specification
XML key management specification (XMKS) merupakan sebuah spesifikasi infrastruktur yang digunakan untuk pengamanan transaksi berbasis XML. Pada web services digunakan format komunikasi data berbasis XML dan untuk keamanan data-data tersebut digunakan teknik kriptografi kunci-publik. Pengelolaan terhadap kunci-publik ditentukan dengan adanya public-key infrastructure (PKI).
XKMS merupakan bentuk pengembangan berikutnya dari PKI yang ada saat ini (PKIX) dan juga melakukan perubahan standar PKI sebagai salah satu bentuk web services. XML Key Management Specification yang diterapkan sebagai web service akan mengurangi bentuk “ketergantungan” terhadap fungsi PKI yang terintegrasi dalam aplikasi. Sebelumnya penyedia PKI haruslah mengembangkan fungsi-fungsi khusus yang diterapkan pada produk aplikasi yang akan digunakan sedangkan dengan adanya XKMS sebagai web service, pada pengembangan produk aplikasi cukup dibuat fungsi untuk menentukan pengguna (client) yang mengakses fungsi/layanan yang disediakan oleh XKMS. Fungsi-fungsi pada XMKS meliputi:
• Registration (registrasi). Layanan pada XKMS dapat digunakan untuk mendaftarkan (registrasi) pasangan kunci dengan menggunakan fungsi “register”. Pembangkitan pasangan kunci-publik dapat dilakukan oleh client ataupun layanan.
• Locating. Pada XKMS terdapat fungsi yang digunakan untuk mendapatkan kembali kunci-publik yang terdaftar.
• Validation (validasi). Fungsi validasi digunakan untuk memastikan bahwa kunci-publik yang telah didaftarkan dengan layanan XKMS valid dan tidak kadaluarsa ataupun telah dicabut.
Keunggulan utama XKMS dibandingkan PKI yang ada sebelumnya adalah proses enkapsulasi kerumitan yang ada pada PKI menjadi komponen pada sisi server.

- WEB SCIENCE SECURITY
WS-Security atau juga dikenal sebagai Web Service Security Core Language (WSS-Core) merupakan spesifikasi keamanan Web Service yang mendefinisikan mekanisme pengamanan pada level pesan SOAP untuk menjamin message integrity & confidentiality.
Standard WS-Security saat ini dikembangkan secara resmi oleh OASIS berdasarkan spesifikasi yang diusulkan oleh Microsoft, IBM, dan VerySign pada 11 April 2002. Selanjutnya, OASIS melalui Web Service Security Technical Committee (WSS) melanjutkan pengembangan WS-Security dengan menetapkan beberapa spesifikasi teknis terpisah, seperti Core Specification, SAML Profile, XMrL Profile, X.509 Profile, dan Karberos Profile.
Spesifikasi WSS-Core versi terbaru menyediakan 3 mekanisme untuk memproteksi pesan dari ancaman terhadap upaya gangguan keamanan pesan SOAP, yaitu :
(1)Kemampuan untuk mengirim security token sebagai bagian dari pesan SOAP,
(2) Message integrity dan
(3) Message confidentiality.
Namun demikian, mekanisme tersebut tidak memberikan solusi keamanan yang lengkap untuk Web Service. Spesifikasi ini merupakan building block yang digunakan untuk mengakomoda- sikan berbagai variasi model keamanan dan teknologi kemanan.
Dengan kata lain, WS-Security tidak menspesifikasikan suatu mekanisme keamanan baru, tetapi menyediakan fleksibilitas untuk menggunaan teknologi keamanan yang sudah ada (X.509, Karberos, XML Encryption), sehingga dapat mengakomodasi berbagai pendekatan keamanan secara umum. Hal baru yang ditambahkan oleh WS-Security adalah suatu spesifikasi untuk menerapkan mekanisme keamanan yang sudah ada (existing) tersebut kedalam pesan SOAP.

Macam-macam serangan Web
Ø  XSS – Cross Side Scripting
Secara prinsip, XSS menyisipkan sebuah tag-tag HTML khusus kedalam sebuah situs.
Tag-tag ini dapat dimasukkan kedalam server melalui mekanisme HTML FORM yang valid. Ini khususnya dapat terjadi ketika web developer dari situs tersebut lengah akan kemungkinan timbulnya serangan ini. Begitu tag tersebut berhasil disisipkan, maka ketika situs tersebut menampilkan data yang telah tercemar oleh script XSS tadi maka akan timbul beberapa resiko seperti:
-          User session yang dibajak. Ini memungkinkan attacker menyamar sebagai user tersebut.
-          Pencurian data-data user, khususnya login dan password.
Bagi web developer, untuk mencegah serangan XSS sebetulnya mudah saja. Setiap input yang diterima melalui HTML FORM harus diperiksa apakah mengandung tag-tag yang dapat dianggap berbahaya. Tag itu lalu dibuang sebelum menyimpan datanya kedalam server.
Ø  DoS dan DDoS
DoS adalah singkatan dari Denial of Service. Ini merupakan serangan paling dasar tetapi cukup efektif jika situs yang menjadi target tidak terproteksi akan serangan ini. Prinsip dari serangan ini adalah untuk membuat server situs yang menjadi target sangat sibuk melayani “permintaan” dari attacker sedemikian sehingga sumber daya (resources) yang dimiliki oleh server tersebut menjadi tersaturasi. Sumber daya ini berupa CPU time, bandwidth yang tersedia, multi-threaded service. Ketika sumber daya itu disedot hanya untuk melayani “permintaan” dari attacker, server tidak dapat lagi menerima permintaan dari pengguna lain yang sebetulnya sah dan akhirnya permintaan yang sah tersebut ditolak (rejected).
Beberapa metode serangan DoS yang umum adalah:
-          traffic flooding, yaitu membanjiri suatu jaringan dengan massive data stream sehingga jaringan tersebut menjadi congested. Ketika jaringannya menjadi penuh, user lain yang sebetulnya sah menjadi tidak dapat lagi berkomunikasi dengan server. Kalaupun aksesnya diperoleh, proses komunikasinya menjadi sangat sangat lambat dan sering terputus (timeout).
-          request flooding, yaitu membanjiri suatu server dengan massive request yang membuatnya menjadi sangat sibuk. Perlu diketahui bahwa setiap server, seperti HTTP Server, memiliki jumlah maksimum thread yang bisa di-fork saat muncul request. Ketika jumlah maksimum ini tercapai, maka server untuk sementara waktu tidak bisa lagi menerima request/permintaan.
Komputer zombie juga membawa dampak negatif bagi pemiliknya karena dia akan merasa jaringan internet miliknya menjadi lambat dan tersaturasi. Beberapa contoh Serangan DoS lainnya adalah:
-          Buffer Overflow: mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistem, misalnya paket ICMP yang berukuran sangat besar.
-          Teardrop: mengirimkan paket IP dengan nilai offset yang membingungkan.
-          Smurf: mengirimkan paket ICMP bervolume besar dengan alamat host lain.

Sumber :

Senin, 13 Oktober 2014

Macam-Macam Serangan Pada Jaringan Komputer

1. Spoofing

Spoofing adalah Teknik yang digunakan untuk memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi, dimana penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura memalsukan bahwa mereka adalah host yang dapat dipercaya. Hal ini biasanya dilakukan oleh seorang hacker/ cracker.

Macam-Macam Spoofing
  • IP-Spoofing adalah serangan teknis yang rumit yant terdiri dari beberapa komponen. Ini adalah eksploitasi keamanan yang bekerja dengan menipu komputer dalam hubungan kepercayaan bahwa anda adalah orang lain.
Cara mencegahnya :
a.    Memasang Filter di Router dengan memanfaatkan ”ingress dan engress filtering” pada router merupakan langkah pertama dalam mempertahankan diri dari spoofing.
b.    Enkripsi dan Authentifikasi kita juga dapat mengatasi IP spoofing dengan mengimplementasikan authentifikasi dan enkripsi data.
  • DNS spoofing adalah mengambil nama DNS dari sistem lain dengan membahayakan domain name server suatu domain yang sah.
Cara mencegahnya :
DNS Spoofing dapat diatasi dengan mendisable recursive query ke nameserver dengan membuat split DNS yaitu membuat dua nameserver. Nameserver utama di gunakan untuk menangani domain name dari public domain, sedangkan nameserver kedua di yang berada di internal network bertugas sebagai cache nameserver yang bertugas menjawab query dari user yang merequest domain tersebut.
  • Identify Spoofing adalah suatu tindakan penyusupan dengan menggunakan identitas resmi secara ilegal. Dengan menggunakan identitas tersebut, penyusup akan dapat mengakses segala sesuatu dalam jaringan.
2. Serangan Ddos (Distributed Denial of Service)

Serangan DOS (Denial-Of-Service attacks) adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang Țersebut.

Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP). Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.

Beberapa contoh Serangan DOS lainnya adalah:
  • Serangan Buffer Overflow, mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistem, misalnya paket ICMP yang berukuran sangat besar.
  • Serangan SYN, mengirimkan data TCP SYN dengan alamat palsu.
  • Serangan Teardrop, mengirimkan paket IP dengan nilai offsetyang membingungkan.
  • Serangan Smurf, mengirimkan paket ICMP bervolume besar dengan alamat host lain.
  • ICMP Flooding
Ping Kematian (Ping of death)

Ping Kematian ( Ping of death disingkat POD) adalah jenis serangan pada komputer yang melibatkan pengiriman ping yang salah atau berbahaya ke komputer target. Sebuah ping biasanya berukuran 56 byte (atau 84 bytes ketika header IP dianggap). Dalam sejarahnya, banyak sistem komputer tidak bisa menangani paket ping lebih besar daripada ukuran maksimum paket IP, yaitu 65.535 byte. Mengirim ping dalam ukuran ini (65.535 byte) bisa mengakibatkan kerusakan (crash) pada komputer target.
Cara mencegahnya :
·         Memasang Firewall
·         menginstal IDS
·         memeriksa jaringan secara regular
·         Membuat tim khusus untuk mencegah dan mengatasi DDOS pada jaringan.

3. Sniffer

Sniffer Paket atau penganalisa paket (arti tekstual: pengendus paket — dapat pula diartikan 'penyadap paket') yang juga dikenal sebagai Network Analyzers atau Ethernet Sniffer ialah sebuah aplikasi yang dapat melihat lalu lintas data pada jaringan komputer. Dikarenakan data mengalir secara bolak-balik pada jaringan, aplikasi ini menangkap tiap-tiap paket dan kadang-kadang menguraikan isi dari RFC(Request for Comments) atau spesifikasi yang lain. Berdasarkan pada struktur jaringan (seperti hub atau switch), salah satu pihak dapat menyadap keseluruhan atau salah satu dari pembagian lalu lintas dari salah satu mesin di jaringan.

Sniffer paket dapat dimanfaatkan untuk hal-hal berikut:
  • Mengatasi permasalahan pada jaringan komputer.
  • Mendeteksi adanya penyelundup dalam jaringan (Network Intusion).
  • Memonitor penggunaan jaringan dan menyaring isi isi tertentu.
  • Memata-matai pengguna jaringan lain dan mengumpulkan informasi pribadi yang dimilikanya (misalkan password).
  • Dapat digunakan untuk Reverse Engineer pada jaringan.
Cara mencegahnya :
1.    Tidak melakukan aktifitas yang sifatnya rahasia (misal, email, e- banking, chatting rahasia dll) pada suatu jaringan komputer yang belum Anda kenal, misalnya warnet atau kantor yang memiliki komputer yang sangat banyak yang dihubungkan dalam suatu jaringan
2.    Anda harus mengenal orang-orang yang memegang komputer dalam jaringan tersebut. Kenalilah dengan baik apakah mereka pengguna komputer biasa atau pengguna komputer yang memiliki pengetahuan hacking.
3.    Dengan mengganti semua HUB yang kita gunakan menjadi Switch, tentunya ini buka suatu pekerjaan yang mudah, namun dengan begitu minimal kita sudah sedikit menyusahkan si hacker untuk melakukan aksi sniffing dengan cepat dan mudah. Selain itu, kita juga bisa menggunakan protokol-protokol yang memiliki standard aman, misalnya penggunaan protokol-protokol yang sudah dilengkapi dengan enkripsi data untuk mengamankan data atau informasi yang kita miliki, dengan demikian minimal jika data/informasi kita sudah terenkripsi, data/informasi tersebut akan menjadi percuma oleh si tukang intip (hacker) karena informasinya tidak dapat dibaca, kecuali jika si hacker menggunakan strategi lain untuk membuka data/informasi tersebut. 

4. DNS Poisoning

DNS Poisoning merupakan sebuah cara untuk menembus pertahanan dengan cara menyampaikan informasi IP Address yang salah mengenai sebuah host, dengan tujuan untuk mengalihkan lalu lintas paket data dari tujuan yang sebenarnya. Cara ini banyak dipakai untuk menyerang situs-situs e-commerce dan banking yang saat ini bisa dilakukan dengan cara online dengan pengamanan Token. Teknik ini dapat membuat sebuah server palsu tampil identik dengan dengan server online banking yang asli. Oleh karena itu diperlukan digital cerficate untuk mengamankannya, agar server palsu tidak dapat menangkap data otentifikasi dari nasabah yang mengaksesnya. Jadi dapat disimpulkan cara kerja DNS (Domain Name System) poisoning ini adalah dengan mengacaukan DNS Server asli agar pengguna Internet terkelabui untuk mengakses web site palsu yang dibuat benar-benar menyerupai aslinya tersebut, agar data dapat masuk ke server palsu.

Cara mencegahnya :

Cara yang paling efektif dalam menghadapi serangan yang merubah DNS server adalah dengan
melakukan otentikasi host yang akan kita hubungi. Model otentikasi yang banyak digunakan saat ini adalah dengan mempergunakan digital certificate. Dengan digital certificate, seseorang dapat dengan yakin bahwa host yang dia akses adalah host yang sebenarnya.

5. Trojan Horse

Trojan horse atau Kuda Troya atau yang lebih dikenal sebagai Trojan dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak akses pada target).

Cara Kerja
Trojan berbeda dengan jenis perangkat lunak mencurigakan lainnya seperti virus komputer atau worm karena dua hal berikut:
  • Trojan bersifat "stealth" (siluman dan tidak terlihat) dalam operasinya dan seringkali berbentuk seolah-olah program tersebut merupakan program baik-baik, sementara virus komputer atau worm bertindak lebih agresif dengan merusak sistem atau membuat sistem menjadi crash.
  • Trojan dikendalikan dari komputer lain (komputer attacker).
Jenis-Jenis Trojan 
Beberapa jenis Trojan yang beredar antara lain adalah:
  • Pencuri password: Jenis Trojan ini dapat mencari password yang disimpan di dalam sistem operasi (/etc/passwd atau /etc/shadow dalam keluarga sistem operasi UNIX atau berkas Security Account Manager (SAM) dalam keluarga sistem operasi Windows NT) dan akan mengirimkannya kepada si penyerang yang asli. Selain itu, jenis Trojan ini juga dapat menipu pengguna dengan membuat tampilan seolah-olah dirinya adalah layar login (/sbin/login dalam sistem operasi UNIX atau Winlogon.exe dalam sistem operasi Windows NT) serta menunggu pengguna untuk memasukkan passwordnya dan mengirimkannya kepada penyerang.
  • Pencatat penekanan tombol (keystroke logger/keylogger): Jenis Trojan ini akan memantau semua yang diketikkan oleh pengguna dan akan mengirimkannya kepada penyerang. Jenis ini berbeda dengan spyware, meski dua hal tersebut melakukan hal yang serupa (memata-matai pengguna).
  • Tool administrasi jarak jauh (Remote Administration Tools/RAT): Jenis Trojan ini mengizinkan para penyerang untuk mengambil alih kontrol secara penuh terhadap sistem dan melakukan apapun yang mereka mau dari jarak jauh, seperti memformat hard disk, mencuri atau menghapus data dan lain-lain.
  • DDoS Trojan atau Zombie Trojan: Jenis Trojan ini digunakan untuk menjadikan sistem yang terinfeksi agar dapat melakukan serangan penolakan layanan secara terdistribusi terhadap host target.
  • Ada lagi sebuah jenis Trojan yang mengimbuhkan dirinya sendiri ke sebuah program untuk memodifikasi cara kerja program yang diimbuhinya. Jenis Trojan ini disebut sebagai Trojan virus.
  • Cookies Stuffing, ini adalah script yang termasuk dalam metode blackhat, gunanya untuk membajak tracking code penjualan suatu produk, sehingga komisi penjualan diterima oleh pemasang cookies stuffing, bukan oleh orang yang terlebih dahulu mereferensikan penjualan produk tersebut di internet
Cara mencegahnya :
Pertama lakukan langkah pendeteksian keberadaan Trojan pada komputer. Pendeteksian Trojan dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut
1.    Task List
Pendeteksiannya dengan melihat daftar program yang sedang berjalan dalam task list. Daftar dapat ditampilkan dengan menekan tombol CTRL+ALT+DEL atau klik kanan pada toolbar lalu klik task manager. Selain dapat mengetahui program yang berjalan, pemakai dapat melakukan penghentian terhadap suatu program yang dianggap aneh dan mencurigakan.
2.    Netstat
Semua Trojan membutuhkan komunikasi. Jika mereka tidak melakukan komunikasi berarti tujuannya sia-sia. Hal ini adalah kelemahan yang utama dari Trojan, dengan komunikasi berarti mereka meninggalkan jejak yang kemudian dapat ditelusuri. Perintah Netstat berfungsi membuka koneksi ke dan dari komputer seseorang. Jika perintah ini dijalankan maka akan menampilkan IP address dari komputer tersebut dan komputer yang terkoneksi dengannya. Jika ditemukan IP address yang tidak dikenal maka perlu diselidiki lebih lanjut.
3.    TCP View
TCPVIEW adalah suatu free utility dari Sysinternals yang mempunyai kemampuan menampilkan IP address dan menampilkan program yang digunakan oleh orang lain untuk koneksi dengan komputer pemakai. Dengan menggunakan informasi tersebut, maka jika terjadi penyerangan dapat diketahui dan dapat melakukan serangan balik. Langkah penghapusan Trojan Trojan dapat dihapus dengan: Menggunakan Software Anti-Virus. Sebagian antivirus dapat digunakan untuk mengenali dan menghapus Trojan. Menggunakan Software Trojan Scanner, software yang di khususkan untuk mendeteksi dan menghapus Trojan Cara yang paling sadis yah diinstal ulang komputernya.
6. SQL Injection

Injeksi SQL atau SQL Injection memiliki makna dan arti yaitu sebuah teknik yang menyalahgunakan sebuah celah keamanan yang terjadi dalam lapisan basis data sebuah aplikasi. Celah ini terjadi ketika masukan pengguna tidak disaring secara benar dari karakter-karakter pelolos bentukan string yang diimbuhkan dalam pernyataan SQL atau masukan pengguna tidak bertipe kuat dan karenanya dijalankan tidak sesuai harapan.
SQL injection adalah jenis aksi hacking pada keamanan komputer di mana seorang penyerang bisa mendapatkan akses ke basis data di dalam sistem. SQL injection yaitu serangan yang mirip dengan serangan XSS dalam bahwa penyerang memanfaatkan aplikasi vektor dan juga dengan Common dalam serangan XSS.
SQL injection exploits dan sejenisnya adalah hasil interfacing sebuah bahasa lewat informasi melalui bahasa lain . Dalam hal SQL injection, sebuah bahasa pemrograman seperti PHP atau Perl mengakses database melalui SQL query. Jika data yang diterima dari pengguna akhir yang dikirim langsung ke database dan tidak disaring dengan benar, maka yang penyerang dapat menyisipkan perintah SQL nya sebagai bagian dari input.
Cara menangani SQL injection :
a.    Dengan cara menjadikan variabel get menjadi absolute integer.
b.    Dengan menambahkan variabel get berisi enkripsi md5 yg divariasi pada url.
c.    Khusus untuk form login, dengan melakukan enkripsi password atau merubah algoritma autentikasi login.

7. PHP Injection

Script php merupakan salah satu script yang sampai saat ini banyak digunakan oleh seorang webmaster, disamping rival nya Java. Script php ini begitu 'Powerfull', mengapa dikatakan demikian karena dalam script php ini kita bisa melakukan banyak hal. Mulai dari membuat file, membuat counter, membuat date, membuat bukutamu, membuat forum (salah satunya PhpBB), mengakses database secara langsung maupun juga membuat gambar dan animasi.

8. Script Kiddies

Script Kiddie adalah seseorang yang memiliki kemampuan kurang dalam dunia internet yang hanya bisa menggunakan tools orang lain untuk melakukan serangan terhadap jaringan internet, biasanya hanya untuk sensasi. Pada zaman sekarang ini menjadi seorang Script Kiddie tidak lah susah karena hanya dengan bermodal koneksi internet dan mengerti sedikit tentang komputer, Orang awam seperti saya pun bisa menjadi Seorang Script Kiddie karena hanya sedikit mempelajari tool-tools yang di sebar di internet dan mempelajarinya maka kita bisa menjadi Seorang Script Kiddie.

Senjata Yang Di Gunakan Script Kiddie

Di Zaman ini apa pun sangat mudah di temukan di internet, sama juga dengan senjata andalan Script Kiddie. Banyak sekali tools yang bisa di download di internet dan dapat di gunakan 
dengan mudah walau pun digunakan orang awam sekali pun.

Satu yang sangat sederhana yaitu dengan cara menscan IP/web untuk mencari kelemahan sistem yang dapat di serang dengan mudah, untuk menjadi Seorang script kiddie. Seseorang tidak usah kerja hingga larut malam karena banyak tools yang bekerja secara otomatis jadi bisa kita tinggal beraktivitas dan kita tinggal menunggu hasil scan dari sebuah tool.

Dibawah ini adalah sedikit hal buruk yang dapat terjadi jika sebuah sistem telah di serang:

1. Deface Web
Setelah penyusup lalu berhasil masuk ke web serve dan mempunyai akses penuh di sebuah webs, biasanya yang di lakukan seorang script kiddie adalah mengganti halaman utama sebuah web 
dengan id nick name beserta pesan yang ditujukan buat admin web tersebut.

2. Menginfeksi  sistem
Salah satu contohnya melalui virus atau pun worm yang di sebar melalui internet yang nantinya virus atau worm yang menginfeksi sebuah komputer akan menggubah sisitem, menggambil 
file-file penting yang ada pada komputer atau merusak total sebuah computer hingga tidak bisa digunakan kembali.

3. Mengambil password
Password dengan strong type ( mempunyai password yang sulit di tebak ) kadang tidak berdaya jika script kiddie telah menjalankan program keylogger atau sebuah program yang dapat meng-enskrip sebuah password

Sumber :